13.IMUNOLOGI
SINDROMA
GUILLAIN BARRE
KRITERIA
DIAGNOSIS
Klinis :
·
Kelemahan ascenden dan simetris
·
Anggota
gerak bawah terjadi lebih dulu dari anggota gerak atas. Kelemahan otot
paroksimal lebih dulu terjadi dari otot distal kelemahan otot trunkal, bulbar
dan otot pernafasan juga terjadi
·
Kelemahan terjadi akut dan
progresif bisa ringan sampai tetraplegi dan gangguan nafas
·
Puncak deficit dicapai 4 minggu
·
Recovery biasanya dimulai 2-4
minggu
·
Gangguan sensorik biasanya
ringan
·
Gangguan
sensorik bisa parastesi, baal atau sensasi sejenis
·
Gangguan N. Cranialis bisa
terjadi : facial drop, diplopia, disartria, disfagi
·
Banyak pasien mengeluh nyeri
punggung dan tungkai
·
Gangguan otonom dari takikardi,
bradikardi, flushing paroxysmal, hipertensi ortostatik dan anhidrosis
·
Retensio urin dan ileus
paralitik
·
Gangguan pernafasan :
-
Dyspone
-
Nafas pendek
-
Sulit menelan
-
Bicara serak
-
Gagal nafas
Pemeriksaan
fisik :
Kelemahan N.
cranialis VII, VI, II, V, IX, X
Kelemahan
ekstremitas bawah, asenden, asimetris upper extremitas, facial
Reflex : absent
atau hiporefleksi
Reflex patologi
: -
Laboratorium :
·
LCS
-
Disosiasi sitoalbumin
-
Pada
fase akut terjadi peningkatan protein LCS >0, 55g/ l, tanpa peningkatan dari
sel < 10 lymposit/ mm3)
-
Hitung jenis dan panel
metabolic tidak begitu bernilai
-
Peningkatan
titer dari agent seperti CMW, EBV/ micoplasma membantu penegakan etiologi. Untuk manfaat epidemiologi
-
Antibody glycolipid
-
Antibody GMI
·
Ro :
CT/ MRI untuk mengekslusi diagnosa lain seperti myelopati
·
EMG
DIAGNOSIS
BANDING
·
Polineuropati terutama karena
defisiensi metabolic
·
Tetraparesis penyebab lain
·
Hipokalemi
·
Myasthenia gravis
TATALAKSANA
·
Tidak ada drug of choice
·
Waspadai memburuknya perjalanan
klinis dan gangguan pernafasan
·
Bila ada gangguan pernafasan
rawat ICU
·
Roboransia saraf parenteral
·
Perlu
NGT bila kesulitan mengunyah/ menelan
·
Kortikosteroid
masih controversial, bila terjadi paralysis otot berat maka perlu
kortikosteroid dosis tinggi
·
Plasmafaresis beberapa pasien
memberi manfaat yang besar terutama kasus akut
·
Plasma 200-250 ml/ kgbb dalam
4-6 x pemberian sehingga waktu sehari diganti cairan kombinasi garam + 5%
albumin
·
Imunoglobin intravena (expert
consensus) : IVIG direkomendasikan untuk terapi GBS 0,4 g/ kgbb/ tiap hari
untuk 5 hari berturut-turut ternyata sama efektifnya dengan penggantian plasma.
Expert consensus merekomendasikan IVIG sebagai pengobatan GBS
PENYULIT
·
Gangguan otot pernafasan →
respiratory failure
·
Konsultasi : IPD,anestesi,paru
·
Jenis pelayanan : urgent &
emergency
·
Lama perawatan : 2-4 minggu
SINDROMA
GRAVIS
ICD G 70.7
KRITERIA
DIAGNOSIS
Klinis :
Kelemahan/ kelumpuhan
otot yang tidak berhubungan dengan kelemahan secara umum.
2/3 pasien : gangguan gerak bola mata, ptosis, diplopia
1/6 pasien : kelemahan otot farings, kesulitan mengunyah, menelan dan
berbicara
10% :
·
Kelemahan ekstremitas
·
Kelemahan
otot ringan pagi hari dan memberat jika siang, seiring aktivitas
·
Kelemahan bersifat progresif
·
Setelah 15-20 th kleumpuhan
menetap
·
Factor yang memperarah gejala :
emosi, infeksi viral, hypothyreodenasi, kehamilan, panas, obat transmisi
neuromuscular
·
Pemeriksaan pita suara
Penunjang :
Laborat :
·
Pemeriksaan edrophonium chloride
(tensilon)
·
Antibody terhadap acethylcholin
receptor (AchR)
Penunjang :
·
Repetitive nerve stimulation
·
Simple filter EMG
Gold standard :
-
Radiologist : -
DIAGNOSIS
BANDING
·
Hysteria
·
Multiple sclerosis
·
Symptomatic myasthenia
·
Syndrome moebius
·
Cholinergic crisis
TATALAKSANA
·
Cholinesterase (CHE) inhibitor
menurunkan hidrolisis enzim Ach, pada sinap cholinergic che, kemungkinan
menyembuhkan pasien miastenia gravis lebih besar dari yang lain. Pyrido
stigmuno bromide (mestinon) dan neustigramin bromide (prostigmin). Tidak ada
penetapan dosis tertentu, kebutuhan CHE inhibitor sangat bervariatif
·
Tymecthomi : pasien EMG
dianjurkan thymectomy. Respon yang diharapkan muncul 2-5 tahun post OP. Thymectomy
pada usia > 60 th jarang menunjukkan kesembuhan
·
Kortikosteroid : prednisone
1,5-2 mg/kg/bb
MULTIPLE
SCLEROSIS
KRITERIA
DIAGNOSIS
Klinis :
·
Gejala dan tanda obyektif
penyakit tersebar
·
Memiliki fase remisi &
eksaserbasi
·
Neuritis optic, neuritis retro
bulbar
·
Skotoma sentral, kepucatan
fundus bitemporal, strabismus
·
Hilangnya refleks kulit dan
abdomen
·
Meningginya refleks fisiologi
pada tungkai
·
Tanda-tanda
spatisitas, klonus & babinsky sign
·
Tremor nistagmus, ataksia
·
Ganguan bicara
·
Kelaianan emosional
Penunjang :
Lab :
LCS : LP harus
dikerjakan pada setiap pasien yang dicurigai MS
Jumlah sel :
limfositosis pleiositik (>5 sel per mm3) umumnya sel mononuclear jarang
polimorfonuklear. Semakin awal diperiksa semakin tinggi jumlah sel.
Kadar protein : dengan system pandy positif, kwantitatif kadar gamma
globulin meningkat
Fundus :
kepucatan fundus bitemporal
EEG :
pemeriksaan EEG tidak menunjukkan kelaianan spesifik
Elektro okulo/ nistagmograf
: mendeteksi nistagmus yang tidak terlihat mata telanjang
Bila CT scan :
positif pada MS bila lesi ½-2 cm
MRI
DIAGNOSIS
BANDING
·
Hereditary ataxic
·
Familial spastic paraplegia
·
Vit B12 defisiensi
·
Tropical spastic paralysis
·
SLE
·
Sjogren syndrome
·
Becket disease
·
Acute disseminated
enchepalomalasia
·
Lyme disease
·
Adreno leukodistrophy
TATALAKSANA
Kortikosteroid
kontinyu sebagai standard pengobatan :
·
Stabilisasi blood brain barrier
·
Mengurangi inflamasi &
oedem
·
Meningkatkan nerve conduction
·
Menghambat system imun INF ↓, IL2↓,
antibody imunosupresan, NK cell ↓
ANTROTOPIC
LATERAL SCLEROSIS
KRITERIA
DIGNOSIS
Klinis :
progressive
Kelemahan otot asimetrik, atropi
otot, fasikulasi, hiperefleksia, ekstremitas bawah gejala awal kram, kaku bila
berjalan/ berlari.
Ekstremitas atas
kesulitan beraktivitas mengancingkan baju, mengangkat benda ringan, bicara
parau atau penurunan volume fasikulasi anggota gerak dan lidah, nyeri sendi, gangguan
menelan sialorhea (salivasi berlebih)
Ketakutan, kecemasan,
dan depresi. Gangguan emosi berlebih, tertawa dan menangis bergantian, kakhexia
yang sulit dijelaskan, atropi otot atau factor nutrisi.
Diagnosis :
Atropi, fasikulasi,
kelemahan progresif, hiperefleksia
Pemeriksaan
perlu diulang-ulang untuk membuktikan perkembangan hiperfleksi, fasikulasi dan
keterlibatan upper & lower motor neuron.
Laboratorium :
·
Tak ada tes yang pathognomonic
·
Serum
protein, logam berat pada tiroid dan paratiroid
·
High titer anti CN, antibodies
Radiology :
myelogram of cervical spine
Gold standard :
ENMG
DIAGNOSIS
BANDING
·
Spinal cord lesion
·
Spinal bone lesion
·
Infection
·
Gg.Endokrin
·
Toksin
·
Post polio syndrome, Huntington disease, freiderich
ataxia, multiple sclerosis, polymiositis, myasthenia gravis, muscular distrohyi
TATALAKSANA
Medikamentosa
·
Simtomatik
Spastisitas dikurangi dengan baclofen (lioneral)
10-25 g 3x/ hari valium 2-15 mg 3x1
Diazepam, dextrolena (dentrium) 50-100 g 4x sehari
·
Pain
NSAID & antikonvulsi
Karbamazepin 200g 3x1
Amytriptilin 50-150 malam
·
Obat terbaru untuk ALS
Riluzole (rilutek) : terbukti menurunkan
pelepasaan glutamate 100 mg/ hari
Adverse reaction : asthenia, nausea, dizziness, elevation of liver
enzyme, granulocytopenia
·
Supportive therapy
(fisioterapi)
*Pysical terapi dimulai awal, exercise meningkatkan kekuatan, range
of motion dan endurance
*Diatermi, massage, TENS
*Occupational terapi
*Speech terapi
No comments:
Post a Comment