LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN GANGGUAN PERILAKU KEKERASAN
A.
Diagnosa
Keperawatan
Resiko Perilaku
Kekerasan (RPK)
B.
Proses
terjadinya masalah
a. Pengertian
Perilaku
kekerasan adalah suatu keadaan dimana
seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik, baik pada
dirinya sendiri maupun orang lain, disertai dengan amuk dan gaduh gelisah yang
tak terkontrol.(Kusumawati & Hartono, 2010).
Perilaku
kekerasan atau agresif merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk
melukai orang lain secara fisik maupun psikologis (Berkowitz, dalamHarnawati,
1993).
b.
Rentang Respon
Adaptif Maladaptif
Asertif frustasi pasif Agresif Kekerasan
Keterangan:
1)
Asertif
Individu dapat mengungkapkan marah tanpa menyalahkan orang lain dan
memberikan ketenangan.
2)
Frustasi
Individu gagal mencapai tujuan kepuasan saat marah dan tidak dapat
menemukan alternatif.
3)
Pasif
Individu tidak dapat mengungkapkan perasaannya.
4)
Agresif
Perilaku yang menyertai marah, terdapat dorongan untuk menuntut tetapi
masih terkontrol.
5)
Kekerasansaan marah
Perasaan marah dan bermusuhan yang kuat serta hilangnya kontrol.
c. Faktor Predisposisi dan Presipitasi
Ø
Faktor Predisposisi
1.
Faktor Psikologis
a.
Seseoarng untuk mencapai tujuan mengalami hambatan
sehinnga timbul doronagn agresif yang memotivasi PK
b.
Mekanisme koping individu dan masa kecil yang tidak
menyenangkan
c.
Rasa frustasi
d.
Adanya kekerasan dalam rumah tangga
e.
Psikoanalitik teori
f.
Teori pembelajaran
2.
Faktor Sosial Budaya
Kontrol masyarakat yang rendah dan
kecenderungan menerima perilaku kekerasan sebagai cara penyelesaian masalah
dalam masyarakat merupakan faktor predisposisi terjadinya PK.
3.
Faktor Biologis
Bedasarkan teori Biologik, ada
bebebrapa hal yang dapat mempengaruhi seseorang dapat melakukan perilaku
kekerasan, yaitu:
a.
Pengaruh Neurofisiologik
b.
Pengaruh Biokimia
c.
Pengaruhh Genetik
d.
Gangguan Otak
Ø
Faktor Presipitasi
1.
Klien: Kelemahan fisik, keputusan, ketidakberdayaan,
kehidupan yang penuh dengan Agresif dan masa lalu yang tidak menyenagkan.
2.
Interaksi: Penghinaan, kekerasan, kehilangan orang yang
berarti, konflik, merasa terancam baik internal dari permasalahn dari klien
sendiri maupun eksternal dari lingkungan.
3.
Lingkungan: Panas, padan dan bising.
d. Mekanisme Koping
·
Denial, mekanisme pertahanan ini cenderung
meningkatkan marah sesorang karena sering digunakan untuk mempertahankan harga
diri akibat ketidak mampuannya.
·
Sublimasi, adalah dengan mengalihkan rasa marah
pada aktifitas lain.
·
Proyeksi, juga cenderung meningkatkan ekspresi
marah karena individu berusaha mengekspresikan kemarahannya atau memodifikasi
perilakunya trhadap benda/ orang tanpa dihalangi.
·
Formasi, perilaku pasif agresif karena
perasaannya tidak dikeluarkan akibat ketidakmampuannya mengekspresikan
kemarahannya atau memodifikasi perilakunya.
·
Represi, merupakan mekanisme pertahanan yang
dapat menimbulkan permusuhan yang tidak disadari sehingga individu bersifat
eksploitatif, manipulatif & ekspresi lainnya yang mudah berubah.
e. Pohon masalah
|
Effects
|
|
Core Problem
|
|
Causa
|
C.
Diagnosa Keperawatan
yang Muncul (Perlu Dikaji)
|
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Deskripsi
|
Data Mayor
|
Data Minor
|
|
1.
|
Perilaku Kekerasan
|
Kemarahan yang diekspresikan secara berlebihan dan tidak
terkendali baik secara verbal maupun tindakan dengan mencederai orang lain
dan atau merusak lingkungan
|
Subyektif:
· Mengancam
· Mengumpat
· Bicara keras dan kasar
Obyektif:
· Agitasi
· Meninju
· Membanting
· Melempar
|
Subyektif:
· Mengatakan ada yang mengejek,
mengancam
· Mendengan suara yang menjelekkan
· Merasa orang lain mengancam dirinya
Obyektif:
· Menjauh dari orang lain
· katatonia
|
|
2
|
Resiko Perilaku Kekerasan
|
Adanya kemungkinan mencederai orang lain dan merusak
lingkungan akibat ketidakmampuan mengendalikan marah secara konstruktif
|
Subyektif:
· mengatakan pernah melakukan tindak
kekerasan
· informasi dari keluarga tindak
kekerasan yang dilakukan oleh pasien
obyektif:
· ada tanda/jejak perilaku kekerasan
pada anggota tubuh
|
Subyektif:
·
mendengar suara-suara
·
merasa orang lain mengancam
·
menganggap orang lain jahat
obyektif:
·
tampak tegang saat bercerita
·
pembicaraan kasar jika menceritakan marahnya
|
D.
Diagnosa
Keperawatan
Resiko Perilaku
Kekerasan
No comments:
Post a Comment