LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI
A.
Diagnosa
Keperawatan
Halusinasi
B.
Proses
terjadinya masalah
a. Pengertian
Halusinasi
adalah persepsi individu terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata, artinya
klien menginterpretasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus / rangsangan dari
luar (Direja, 2011).
Halusinasi adalah
gangguan persepsi sensori tentang suatu objek atau gambaran dan pikiran yang
sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua
sistem penginderaan.
Halusinasi
didefinisikan sebagai terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak
terdapat stimulus. Tipe halusinasi yang pling sering adalah halusinasi
pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan (Varcarolis,2006).
b. 
Rentang
Respon
Adaptif Maladaptif
|
|
|
c. Faktor Predisposisi dan Prepitasi
1.
Faktor Predisposisi
·
Faktor perkembangan
Tugas perkembangan klien yang terganggu
misalnya rendahnya kontrol dan kehangatan keluarga menyebabkan klien tidak
mampu mandiri sejak kecil, mudah frustasi, hilang percaya diri dan lebih rentan
terhadap stres.
·
Faktor sosiokultural
Seseorang yang merasa tidak diterima
lingkungannya sejak bayi (Unwanted child) akan merasa disingkirkan, kesepian,,
dan tidak dipercaya.
·
Faktor Biokimia
Adanya stres yang berlebihan dialami
seseorang maka didalam tubuh akan dihasilkan zat yang dapat bersifat
halusinasiogenik neurokimia seperti buffofenan dan Dymetytranferase (DMP).
·
Faktor Psikologis
Tipe kepribadian leman dan tidak bertanggung
jawab mudah terjerumus pada penyalahgunaan zat adiktif.
·
Faktor Genetic dan pola asuh
Penelitian menunjukkan bahwa anak ehat yang
diasuh oleh orang tuan Skizofrenia cenderung mengalami Skizofrenia.
2.
Faktor Prepitasi
·
Dimensi fisik
Halusinasi dapat ditimbulkan
oleh beberapa kondisi fisik seperti kelelahan yang luar biasa, penggunaan obat-
obatan, demam hingga dilirium, intoksikasi alkohol dan kesulitan untuk tidur
dalam waktu yang lama.
·
Dimensi Emosional
Perasaan cemas yang
berlebihan atas dasar problem yang tidak dapat diatasi merupakan penyebab
halusinasi itu terjadi.
·
Dimensi intelektual
Dalam dimensi
intelektual ini menerangkan bahwa individu dengan halusinasi akan
memperlihatkan adanya penurunan fungsi ego.
·
Dimensia Sosial
Klien mengalami
gangguan interaksi sosial dalam fase awal da comforting, klien menganggap bahwa
hidup besosialisasi di alam nyata sangat membahayakan.
·
Dimensia Spiritual
Secara spiritual
klien halusinasi mulai dengan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna,
hilangnya aktivitas ibadah dan jarang berupaya secara spiritual untuk
menyucikan diri.
d. Klasifikasi
Jenis-jenis halusinasi menurut stuart and sundeen 1998
adalah:
1.
Halusinasi
pendengaran atau auditori
Halusinasi yang seolah-olah mendengar suara, paling
sering suara orang. Suara dapat berkisar dari suara yang sederhana sampai suara
orang berbicara mengenai klien, klien mendengar orang sedang membicarakan apa
yang sedang dipikirkan oleh klien dan memerintah untuk melakukan sesuatu dan
kadang-kadang melakukan hal yang berbahaya.
2.
Halusinasi penglihatan atau visual
e. Mekanisme Koping
Perilaku yang mewakili upaya untuk
melindungi diri sendiri dan pengalaman yang menakutkan berhubungan dengan
respon neurobiologi termasuk :
a.
Regresi, menghindari stres, kecemasan dan menampilkan
perilaku kembali seperti pada perilaku perkembangan anak atau berhubungan dngan
masalah proses informasi dan upaya untuk menanggulangi ansietas.
b.
Proyeksi, keinginan yang tidak dapat ditoleransi,
mencurahkan emosi pada orang lain karena kesalahan yang dilakukan diri
sendiri(sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi).
c.
Menarik diri, reaksi yang ditampilkan dapat berupa
reaksi fisik maupun psikologis, reaksi fisik yaitu individu pergi atau lari
menghindari sumber stresor, misalnya menjauhi polusi, sumber infeksi, gas
beracun dan lain-lain. Sedangkan reaksi psikologis individu menunjukkan prilaku
apatis, mengisolasi diri, tidak berminat, sering disertai rasa takut dan
bermusuhan.
f. Pohon maslah
C. Masalah / Dignosa Keperawatan yang muncul
(perlu dikaji)
|
No
|
Diagnosa Keperawatan
|
Deskripsi
|
Data Mayor
|
Data Minor
|
|
1
|
Gangguan sensori persepsi:
halusinasi
|
Gangguan persepsi dimana adanya
stimulus melalui panca indra tanpa adanya rangsang nyata
|
Subyektif:
·
Mengatakan mendengar suara bisikan/melihat bayangan
Obyektif:
·
Bicara sendiri
·
Tertawa sendiri
·
Marah tanpa sebab
|
Subyektif:
·
Menyatakan kesal
·
Menyatakan senang dengan suara-suara
Obyektif:
·
Menyendiri
·
melamun
|
D.
Diagnosa
keperawatan
Gangguan sensori
persepsi: halusinasi
No comments:
Post a Comment