Friday, October 9, 2015

HERADATUL. H : HALUSINASI



LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN
DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI

A.    Diagnosa Keperawatan
Halusinasi
B.     Proses terjadinya masalah
a.    Pengertian
             Halusinasi adalah persepsi individu terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata, artinya klien menginterpretasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus / rangsangan dari luar (Direja, 2011).
Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori tentang suatu objek atau gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan.
             Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak terdapat stimulus. Tipe halusinasi yang pling sering adalah halusinasi pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan (Varcarolis,2006).








b.   Rentang Respon


 


                      Adaptif                                                                            Maladaptif

·         Pikiran logis
·         Persepsi akurat
·         Emosi konsisten dengan pengalaman
·         Perilaku sesuai
·         Hubungan sosial harmonis
 
·         Kadang-kadang proses pikir terganggu
·         Ilusi
·         Emosi berlebihan
·         Perilaku yang tidak biasa
·         Menarik diri
 
·         Waham
·         Halusinasi
·         Kerusakan proses emosi
·         Perilaku tidak terorganisasi
·         Isolasi sosial
 
 





c.    Faktor Predisposisi dan Prepitasi
1.    Faktor Predisposisi
·      Faktor perkembangan
     Tugas perkembangan klien yang terganggu misalnya rendahnya kontrol dan kehangatan keluarga menyebabkan klien tidak mampu mandiri sejak kecil, mudah frustasi, hilang percaya diri dan lebih rentan terhadap stres.
·      Faktor sosiokultural
     Seseorang yang merasa tidak diterima lingkungannya sejak bayi (Unwanted child) akan merasa disingkirkan, kesepian,, dan tidak dipercaya.
·      Faktor Biokimia
     Adanya stres yang berlebihan dialami seseorang maka didalam tubuh akan dihasilkan zat yang dapat bersifat halusinasiogenik neurokimia seperti buffofenan dan Dymetytranferase (DMP).


·      Faktor Psikologis
     Tipe kepribadian leman dan tidak bertanggung jawab mudah terjerumus pada penyalahgunaan zat adiktif.
·      Faktor Genetic dan pola asuh
     Penelitian menunjukkan bahwa anak ehat yang diasuh oleh orang tuan Skizofrenia cenderung mengalami Skizofrenia.
2.    Faktor Prepitasi
·      Dimensi fisik
Halusinasi dapat ditimbulkan oleh beberapa kondisi fisik seperti kelelahan yang luar biasa, penggunaan obat- obatan, demam hingga dilirium, intoksikasi alkohol dan kesulitan untuk tidur dalam waktu yang lama.
·      Dimensi Emosional
Perasaan cemas yang berlebihan atas dasar problem yang tidak dapat diatasi merupakan penyebab halusinasi itu terjadi.
·      Dimensi intelektual
Dalam dimensi intelektual ini menerangkan bahwa individu dengan halusinasi akan memperlihatkan adanya penurunan fungsi ego.
·      Dimensia Sosial
Klien mengalami gangguan interaksi sosial dalam fase awal da comforting, klien menganggap bahwa hidup besosialisasi di alam nyata sangat membahayakan.



·      Dimensia Spiritual
Secara spiritual klien halusinasi mulai dengan kehampaan hidup, rutinitas tidak bermakna, hilangnya aktivitas ibadah dan jarang berupaya secara spiritual untuk menyucikan diri.
d.   Klasifikasi
Jenis-jenis halusinasi menurut stuart and sundeen 1998 adalah:
1.    Halusinasi  pendengaran atau auditori
Halusinasi yang seolah-olah mendengar suara, paling sering suara orang. Suara dapat berkisar dari suara yang sederhana sampai suara orang berbicara mengenai klien, klien mendengar orang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkan oleh klien dan memerintah untuk melakukan sesuatu dan kadang-kadang  melakukan  hal yang berbahaya. 
2.    Halusinasi penglihatan atau visual
e.    Mekanisme Koping
Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi diri sendiri dan pengalaman yang menakutkan berhubungan dengan respon neurobiologi termasuk :
a.         Regresi, menghindari stres, kecemasan dan menampilkan perilaku kembali seperti pada perilaku perkembangan anak atau berhubungan dngan masalah proses informasi dan upaya untuk menanggulangi ansietas.
b.         Proyeksi, keinginan yang tidak dapat ditoleransi, mencurahkan emosi pada orang lain karena kesalahan yang dilakukan diri sendiri(sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi).
c.         Menarik diri, reaksi yang ditampilkan dapat berupa reaksi fisik maupun psikologis, reaksi fisik yaitu individu pergi atau lari menghindari sumber stresor, misalnya menjauhi polusi, sumber infeksi, gas beracun dan lain-lain. Sedangkan reaksi psikologis individu menunjukkan prilaku apatis, mengisolasi diri, tidak berminat, sering disertai rasa takut dan bermusuhan.
f.     Pohon maslah
Effect                                          Resiko cidera diri

                                                    perilaku kekerasan
                                                                                             
Core problem                              Gangguan sensori persepsi halusinasi


                        Cause                                                 Isolasi sosial            

C.    Masalah / Dignosa Keperawatan yang muncul (perlu dikaji)
No
Diagnosa Keperawatan
Deskripsi
Data Mayor
Data Minor
1
Gangguan sensori persepsi: halusinasi
Gangguan persepsi dimana adanya stimulus melalui panca indra tanpa adanya rangsang nyata
Subyektif:
·       Mengatakan mendengar suara bisikan/melihat bayangan

Obyektif:
·       Bicara sendiri
·       Tertawa sendiri
·       Marah tanpa sebab
Subyektif:
·       Menyatakan kesal
·       Menyatakan senang dengan suara-suara

Obyektif:
·       Menyendiri
·       melamun


D.    Diagnosa keperawatan
Gangguan sensori persepsi: halusinasi


No comments:

Post a Comment